どうもありがとうございます terima kasih telah berkunjung

Saturday, February 12, 2011

Museum Sejarah Jakarta Part 1

Museum Sejarah Jakarta atau dikenal juga dengan nama Museum Fatahillah ini pasti udah gak asing banget ya sama teman-teman. Tempatnya yang punya nilai sejarah juga bagus untuk arena foto-foto hehe…

Nah, dulu teru punya tugas laporan tentang museum ini. Mau teru share sama teman-teman hasil laporan teru *zaman SMA* hehe… semoga bermanfaat ya…

Koleksi-koleksi di dalam Museum

*Koleksi berupa senjata

1. Bedil Cirebon
Bedil Cirebon merupakan hasil keterampilan orang-orang Cirebon dalam bidang seni rupa. Popor bedil disungging dengan begitu indah. Pengrajin Cirebon juga menambahkan ukiran Kerawangan pada penyanggah bedil.

2. Meriam Cirebon
Meriam Cirebon terbuat dari perunggu yang merupakan jenis logam terbaik pada masa itu. Meriam Cirebon ini adalah meriam jenis Cook dengan panjang 234cm, lebar, 26cm, dan tinggi 79cm.

3. Meriam “Si Jagur”
Meriam ini dibawa oleh orang Belanda dari Malaka setelah Malaka direbut dari tangan Portugis tahun 1691. Meriam ini berkaliber 24 pon dan ditempatkan di salah satu Kubu Kastil Batavia. Di atas meriam terlihat tulisan : Ex me ispa renata sum (Saya lahir dari diri sendiri) dan angka latin X+I+V=XVI yang artinya enam belas meriam dileburkan untuk menciptakan “Si Jagur” ini. Kemungkinan meriam ini dibuat oleh M.T. Boccaro di Macao (Cina) untuk benteng Portugis di Malaka.

4. Senjata Tajam
Kujang : Senjata tajam dari Jawa Barat. Senjata ini bermata satu dan berkepala ular.
Mandau : Mandau berasal dari Kalimantan. Selain digunakan sebagai senjata, mandau juga digunakan untuk memotong bammbu.
Tombak : Tombak ini adalah senjata tajam bermata ular.
Trisula : Tombak dengan ujung runcing yang berlekuk-lekuk

Nah, koleksi yang ada di Museum gak hanya segini aja teman, ini cuma sebagian kecil yang teru bisa share, aslinya koleksi banyak banget loh! Tapi teru gak catat semuanya *cape* hehe... jadi untuk koleksi selanjutnya teru akan share di postingan selanjutnya ya...



Sumber : Museum Sejarah Jakarta

No comments: